Huaaahh... akhirnya dibuat blog yang khusus curhatan tanpa mengindahkan kata hehe...
Biar rapi aja sih sebenernya.. jadi yang blog logicofnae.blogspot.com itu cm buat puisi2 aja, tapi nanti namanya mau diganti ah.. kan disana isinya tentang puisi, sajak, surat untuk seseorang. pokoknya yang galau-galau ada disana hehe... ga enak aja klo namanya “logicofnae”. Klo blog ini ya buat cerita-cerita aja.. gw suka deh sama nama blog ini.. “satujengkal” bukan satu jengkal perbedaan tinggi saya dengan teman-teman saya (ya walau emang iya sih..) suka aja sama kata "satu jengkal", satu jengkal menuju hati... entahlah hati siapa.. hehe... atau satu jengkal menggapai sebuah mimpi dengan dorongan motivasi yg kuat? *halah...
Aslinya emang sering galau sih sampe-sampe temen-temen pada nyebut saya ini “miss galau”, ya kadang karna ketularan, kadang karna mantan, kadang karna bawaan dari kecil... *loh? Alhasil jadi penggalau yang konsisten
Hehe.. yaiyalah lah coba deh kalo diinget-inget apa lagu kesukaan waktu kecil.. Balonku? Coba deh simak liriknya
balonku ada lima
rupa-rupa warnanya
merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru
meletus balon hijau.. DOR..
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat, ku pegang erat-erat
Mungkin udah pada tau dan basi klo saya bilang ini pencipta lagunya lagi galau dan menularkan kegalauan kepada seseorang yang menyanyikannya semenjak kecil. Gimana enggak coba, itu balon ada lima (merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru) lalu tiba-tiba balon hijau itu meletus. Gimana gak kacau tuh hati, itu balon hijau datang dari mana coba. Ya ya ya... kan jadi galau dari kecil udah diajarin menghayal, berilusi sampe kacau dah tu hati hehe..
Jadi ingat pembicaraan dengan @tuannico, saya berbicara tentang awan dan langit, lalu saya bilang kalau saya pernah mewarnai awan dengan warna hitam saat lomba mewarnai tingkat TK di masjid istiqlal. kalau kata tuan nico itu saya Keren!! galaunya udah dari kecil. Dan saya pun (dan mungkin kalian) bertanya, dimana letak galaunya. Menurut tuan nico, dimana saat anak-anak kecil lebih suka mewarnai awan dengan warna polos atau biru, maka titik galaunya itu kamu yang beda sendiri, awannya mendung = galau. #jengjeng dan mungkin ini salah dua saya menjadi penggalau
Plus ada satu cerita lagi, saat saya merasa berbeda mendengar cerita ibu saya, "dulu kamu lahir tuh gak nangis, untung dokternya bisa buat kamu nangis, klo gak nangis-nangis juga kamu mungkin sekarang ya gak ada di sini."
mendengar hal itu saya merasa keren karna berbeda dengan yang lain, dan suatu hal yang patut disyukuri dan juga diceritakan *loh?
iya, iya saya cerita kepada teman-teman saya, bukan hal takjub yang mereka perlihatkan malah.. "ya ampun sejak lahir pun lo udah galau, bayi yang lain nangis, lo masih bingung mau nangis begimana, pantes aja lo mau move on aja masih bingung."
*HEH!! (-___-")
Jadi ingat pembicaraan dengan @tuannico, saya berbicara tentang awan dan langit, lalu saya bilang kalau saya pernah mewarnai awan dengan warna hitam saat lomba mewarnai tingkat TK di masjid istiqlal. kalau kata tuan nico itu saya Keren!! galaunya udah dari kecil. Dan saya pun (dan mungkin kalian) bertanya, dimana letak galaunya. Menurut tuan nico, dimana saat anak-anak kecil lebih suka mewarnai awan dengan warna polos atau biru, maka titik galaunya itu kamu yang beda sendiri, awannya mendung = galau. #jengjeng dan mungkin ini salah dua saya menjadi penggalau
Plus ada satu cerita lagi, saat saya merasa berbeda mendengar cerita ibu saya, "dulu kamu lahir tuh gak nangis, untung dokternya bisa buat kamu nangis, klo gak nangis-nangis juga kamu mungkin sekarang ya gak ada di sini."
mendengar hal itu saya merasa keren karna berbeda dengan yang lain, dan suatu hal yang patut disyukuri dan juga diceritakan *loh?
iya, iya saya cerita kepada teman-teman saya, bukan hal takjub yang mereka perlihatkan malah.. "ya ampun sejak lahir pun lo udah galau, bayi yang lain nangis, lo masih bingung mau nangis begimana, pantes aja lo mau move on aja masih bingung."
*HEH!! (-___-")
