Siapa yang Pernah Patah Hati?

Sabtu, 10 September 2011


Siapa yang Pernah Patah Hati? 
hayo hayo ngacung....

Kalo semua orang ditanya seperti ini, pasti pada nunjuk (hehe..) ya mereka pasti pernah mengalami, baik yang pernah pacaran atau belum pernah pacaran. Baik perempuan maupun laki-laki. Sakit, jelas. Yang berbeda hanyalah bagaimana waktu menyembuhkannya.

Mungkin ada perempuan berpikir, "ah cowo mah biasa aja klo patah hati. Beberapa hari kemudian kok bisa ya punya pacar lagi". Anggapan ini salah, mereka sakit, malah ada yang menangis dibawah shower (oke lebay hehe) cuma logika mereka lebih berjalan (semua cewe juga tau kale naa...).  Iya alasan saya disini klise, tapi ada juga loh laki-laki yang bener-bener kalo patah hati ya sakit banget (menurut pengamatan di jesos). Ada yang meluapkan rasa sakitnya di twitter dan fb (tipe extrovert) ada yang hanya dipendam (introvert) dan dilampiaskan dengan cara berbeda, baik positif (ngumpul-ngumpul sama temannya) maupun negatif (bikin strategi ngedukunin). Hehe yang terakhir becanda (eh tapi ada loh kan di berita-berita cewe dibunuh mantan pacarnya).

Kalo cewe yah pada tahu kan.. agak mendramatisir (oke termasuk saya) tapi tenang, gak semua seperti itu (takut dikeroyok oleh kaum sendiri). Ada yang ngeluh-ngeluh n marah-marah di jesos, jadi pengen *puk puk-in satu-satu klo liat status orang-orang di jesos (terlebih fb hehe), ada yang nangis berhari-hari sampe matanya bengkak ngalahin kantung matanya SBY (hehe..), ada yang curhat ke tiap temennya satu-satu yang  ketemu di jalan, dan ada yang bunuh diri (Oke kayanya negatif semua). Ya gak lah.. sama kaya cowo, cewe juga suka mengalihkan rasa sakit karna hatinya yang patah itu dengan jalan-jalan sama temen-temennya, ada yang shoping, sampai nyalon.

Sakit karena hatinya patah itu wajar. Yang namanya patah emang sakit, patah kaki, patah tulang, sampai vas bunga kesayangan nyokap patah juga bikin sakit, sakit hati di nyokap-nya karna barang kesayangannya dibikin patah juga si yang matahinnya, diomel-omel sama sang nyokap, but i feel something wrong sound words in here (masa vas bunga patah?). Hehe oke itu cuma perumpamaannya aja.

Cara mengatasi rasa sakit bisa berbagai cara, menulis dan membaca salah satunya (anak SD juga bisa kali na..). Beda loh, saat membaca, terlebih buku-buku positif ya jangan baca buku cara-cara menyantet mantan atau gebetan yang nolak kalian. Dalam membaca ada rasa tersupport, merasa "gue gak boleh gini terus" atau malah jadi terinspirasi untuk menulis. Bikin cerpen, puisi, sajak bagus-bagus bisa bikin buku terus diterbitin maka patah hati kita menguntungkan (Boleh lah berhayal positif seperti itu, dengan motivasi yang kuat pasti tercapai). Intinya sih sibukin diri aja, sampai gak da waktu buat mengenang masa lalu. Times will heal you!

"Kalo gak lupa-lupa gimana? Wajar gak sih?", kalo kata psikolog (bentar saya lupa namanya) hmm.. Ratih Ibrahim "wajar seseorang susah melupakan mantan, tinggal kontrol pikiran diri aja, doakan aja si dia (mantan pacar/mantan gebetan) dengan kebaikan, doain juga diri kamu semoga cepat sembuh dari patah hati kamu". Jadi intinya setiap manusia diberikan kekuatan untuk lupa kok, buktinya orang puasa aja kadang suka lupa malah minum (hehe..) atau lebih sering kita sering dilupakan menaruh sesuatu benda hingga kelagapan nyarinya (pas dibutuhin). Jadi kita bisa saja lupa sama kenangan, apa yang perlu diingat? Kan ga dibutuhin, kalopun masih mengingat berarti itu keinginan. Ya kaya si mantan yang udah mutusin, mereka lebih siap mengambil ancang-ancang untuk kehilangan, lebih siap nerima resikonya dibanding yang diputuskan. Mereka (yang diputuskan) merasa "kok bisa?", "Aku gak mau pisah", "Salah aku dimana?" dan lain sebagainya (kalo disebutin satu-satu nanti terasa curcol). Perkara putus sih gampang, toh tinggal bilang "KITA PUTUS", yang jadi masalahnya itu hari-hari setelah itu. (Aw aw aw, terasa sekali curcolnya)

Tuhan mempertemukan kamu dan dia itu udah termasuk jodoh dan sudah direncanakan, berapa lamanya hingga pisah itu namanya takdir. Itu semua memang sudah ada jalannya dari Tuhan, dan rencana Tuhan yang lebih indah sedang menunggumu di depan atau bahkan sedang disekitar kamu, saya percaya itu (kamu juga harus). Intinya Tuhan sedang dan selalu mengajarkan manusia tentang ilmu kedewasaan, ikhlas, dan sebagainya demi menaikan satu tingkat menuju kebaikan. Dan juga mengingatkan semua itu milik Tuhan, manusia berusaha Tuhan yang berkehendak. Hanya Tuhan yang mampu memutar balikan perasaan manusia. Kamu mencintai dia (mantan pacar/mantan gebetan) itu kan karna kuasa Tuhan. Manusia meminta, Tuhan yang memberi sesuai kebutuhan, malah suka dilebihkan maka bersyukurlah. :D 

Kangen sama kalian, masa.

Selasa, 06 September 2011

Saya lagi kangen orang-orang yang ada sekitar saya, yang dulu (pernah sempat) atau hingga sekarang masih tetap mendukung saya. Mendukung dalam arti sebenarnya atau membuat saya down lalu membuat saya termotivasi untuk bangkit. Jikalau ada yang membenci saya, saya ucapkan terimakasih, orang-orang seperti mereka kan pasti suka mikirin tentang kelemahan kita, ya anggaplah cara menyayangi mereka itu berbeda.

Saya kangen masa-masa kuliah, dimana rasa kekeluargaan yang amat sangat kental saya rasa di beberapa semester akhir. Iya, saya dan teman-teman kuliah saya saling membantu saat kesulitan, terlebih dalam skripsi. Kita punya waktu sharing tersendiri untuk membahas skripsi kita masing-masing, saling ngoreksi, saling tukar pikiran, gak ada yang merasa sok pintar, kita semua sama, kita semua keluarga, Mahasiswa Pendidikan Matematika Untirta. 

Saya juga kangen dengan dosen pembimbing saya, ibu ilmi. Ah, ibu saya yang paling baik, benar-benar membimbing skripsi saya yang beda (menurut beliau), sampai suatu saat saya dikirimi sms untuk bimbingan di hari minggu. Beliau sangat bertanggung jawab, beliau ingin skripsi saya baik di mata penguji. Kangen dengan bu ilmi. Sayang, saya belum sempat bertemu lagi dengan beliau setelah wisuda. Pernah sempat saya kirimi beliau sms, sekedar bertanya kabar, pun beliau menanyakan hal serupa, hangat. Semoga kita cepat bertemu ya bu.

Saya kangen dengan team Ranger (astrid, ecy, ria, indah, ismi, ika, depe, anggi, ima, riri, "de lucy"), iya mereka teman-teman kuliah saya. Mereka penghibur maha dasyat (maaf lebay). Iya, disaat saya sedih, yang ada saya malah diledekin abis (iya sampai habis omomngan saya a.k.a tiba-tiba jadi pendiam) sampai-sampai saya dapat predikat "Miss Galau" dari mereka. Mereka teman berkelana saya, walau kadang kita suka mengalihkan fungsi sesuatu jadi rempat bernarsis ria (tahu kan maksudnya? hehe). Dekat mereka, selalu ceria, selalu ada tawa. Ranger.. thanks for all.

Saya kangen cupi yang pekerja keras plus teman curhat, ucol yang diam-diam menghanyutkan nilai-nilai hehe.. maksudnya pintar. Ada juga temen-temen kos saya yang paling tahu kegilaan saya. Deby, Tyas, Nunu, kak ade, kak ika, kak eva, kak sri dan Isna. Kita pernah bikin video gila hehe.. (sebelum ada shinta dan jojo) tapi beberapa kehapus.

Kalau sahabatan paling lama itu ya sama temen SMP, maya si kecil imut, tyas dewasa tapi kadang lebay, ipul yang kalem. Udah lama gak ngumpul lagi. Maafin saya, suka susah diajak ngumpul. Gak ada yang berubah dari saya, tetep mirna yang lebay (menurut kalian). Kapan kita mulai atur jadwal kita? Na kangen :)

Aneh gak kalau saya bilang saya kangen adik saya, walaupun nyebelin, dia dewasa, suka suport saya dari kejauhan. Kuliah di Bandung membuat jarak tapi komunikasi selalu ada. Adit dengan segala mimpinya, saya bangga punya adik yang selalu optimis. Kadang suka ada curcol juga diantara kita hehe..

Saya juga kangen (tapi gak banyak kok sumpah deh) sama orang yang bantuin saya skripsi kemarin, yang nemenin selalu setiap lembar halaman yang ada di skripsi, support, mengantarkan saya bimbingan di hari minggu, tukar pendapat dan lain sebagainya. Terimakasih dukungannya.

Saya juga kangen temen chat saya dulu hehe.. lian, pasa, hendri, bila dan desta. Kalian kemana aja sih? Aktif di twitter, kapan ngobrol bareng lagi :)

Sekarang saya cuma bisa menatapi foto-foto di masanya, saya sedang masa transisi di mana dunia kerja menuntut saya untuk tidak ketergantungan orang-orang. Lelah, pasti. Tapi ada kepuasan dalam diri. Saya seperti ini berkat kalian, kalian yang jauh yang tetap support saya. Terimakasih telah membuat surga kecil di sini (nunjuk dada, maksudnya hati yang ada di dalam dada #halah), kalian hebat, pelangi di saat mendung. Ah, saya ini sedang kesurupan apa sih? Nulis kaya gini kaya seakan-akan.... (amit-amit, *ketuk-ketuk layar lepi)

00.03
Tangerang, tiba-tiba kangen.